Rejang Lebong – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dalam beberapa hari terakhir mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Rejang Lebong. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi dan pelaku usaha kecil yang mengandalkan transportasi untuk kegiatan sehari-hari.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pasokan BBM di beberapa SPBU tampak terbatas. Warga yang tidak mendapatkan bahan bakar dari SPBU terpaksa membeli bensin di tingkat eceran. Akibat tingginya permintaan, harga bensin eceran pun melonjak dari semula Rp12.000 menjadi sekitar Rp15.000 per liter.
Salah seorang warga Kelurahan Sidorejo, Lux mengatakan kesulitan mendapatkan bahan bakar sudah berlangsung selama dua hari terakhir. “Kalau di SPBU sering kosong. Jadi mau tidak mau beli di eceran, tapi harganya sudah naik,” ujarnya, Selasa (11/11).
Kondisi ini turut dirasakan para pelaku usaha kecil seperti ojek dan pedagang keliling. Mereka mengaku pengeluaran meningkat karena biaya bahan bakar bertambah, sementara pendapatan tidak berubah. “Biasanya beli bensin Rp20 ribu sudah cukup untuk kerja seharian, sekarang lebih cepat habis dan harganya mahal,” kata Dedi, salah seorang pengemudi ojek.
Kelangkaan BBM ini juga menimbulkan kekhawatiran akan dampak ekonomi yang lebih luas, terutama terhadap biaya distribusi barang dan harga kebutuhan pokok di pasaran. Beberapa warga berharap pemerintah segera turun tangan memastikan pasokan BBM kembali normal.
“Kami berharap pihak Pertamina dan pemerintah daerah segera mencari solusi agar pasokan bisa kembali lancar. Kalau terus begini, masyarakat kecil yang paling merasakan dampaknya,” tambahnya. (Jk)






