Bengkulu – Asosiasi Media dan Jurnalis (AMJ) berencana menggelar deklarasi pendirian organisasi sebagai wadah berhimpun insan media lintas platform dan jurnalis. Rencana tersebut disampaikan langsung oleh penggagas sekaligus pendiri AMJ, Wibowo Susilo, S.E.
Wibowo menjelaskan, AMJ hadir sebagai respons atas dinamika serta tantangan ekosistem informasi di tengah pesatnya transformasi digital. Organisasi ini dirancang untuk mewadahi tiga elemen utama, yakni platform media sosial (penggiat media sosial, konten kreator, influencer, dan jurnalis warga), media siber (daring/online) berbadan hukum Indonesia, serta jurnalis atau wartawan profesional yang bekerja sesuai ketentuan perundang-undangan.
“Media sosial, media siber, dan jurnalis kini berada dalam satu ekosistem informasi yang saling bergantung. AMJ kami dirikan sebagai wadah bersama agar semua elemen ini berjalan selaras, profesional, taat hukum, dan tetap berpihak pada kepentingan publik,” ujar Wibowo.
Ia menegaskan, kehadiran AMJ tidak bertujuan mengaburkan peran masing-masing elemen, melainkan memperkuat sinergi dan kolaborasi.
“Media siber dan jurnalis tetap menjadi rujukan utama akurasi dan verifikasi, sementara media sosial berperan besar dalam distribusi informasi. Jika disinergikan, kualitas informasi publik akan semakin terjaga,” tambahnya.
Adapun tujuan dibentuknya AMJ adalah menjadi wadah berhimpun bagi media sosial, media siber, dan jurnalis dalam mencapai kepentingan bersama secara profesional, beretika, taat hukum, dan bertanggung jawab. Selain itu, AMJ bertujuan memperkuat peran media sebagai saluran informasi publik, sarana edukasi, kontrol sosial, serta pilar demokrasi.
AMJ mengusung visi mewujudkan media dan jurnalis yang produktif, kompeten, berdaya saing, serta berkontribusi bagi bangsa di berbagai bidang. Untuk mewujudkan visi tersebut, AMJ menetapkan sejumlah misi utama, antara lain menjamin keberlangsungan dan eksistensi media serta jurnalis, meningkatkan profesionalisme dan etika bermedia, melindungi serta memperjuangkan kepentingan media dan jurnalis, memanfaatkan kemajuan teknologi secara bertanggung jawab, serta membangun kerja sama lintas sektor yang berkontribusi pada pembangunan.
Dalam deklarasinya, AMJ mengusung tema “Kolaboratif dan Adaptif di Era Transformasi Digital.”
Rencana deklarasi AMJ akan diisi dengan pembacaan naskah deklarasi, pemaparan visi, misi, dan tujuan organisasi, pernyataan pendiri, serta konsolidasi insan media dan jurnalis. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum awal penguatan ekosistem media yang sehat, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Untuk diketahui, Deklarasi AMJ dijadwalkan berlangsung pada Senin, 2 Februari 2026, bertempat di Hotel Mercure Bengkulu. AMJ optimistis dapat menjadi organisasi profesi yang relevan dan strategis dalam menjaga kualitas informasi publik serta memperkuat peran media dan jurnalis di era digital. (Jk)






