Bengkulu – Badan Bank Tanah bersama Pemerintah Kota Bengkulu secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang dalam rangka memperkuat sinergi pengoptimalan pemanfaatan tanah dan pengelolaan tanah untuk mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Bengkulu.
Melalui kerja sama ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk memperkuat sinergi dalam perencanaan, pengelolaan, pengusahaan dan pemanfaatan tanah negara secara terintegrasi, transparan, dan berkelanjutan guna mendukung percepatan pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Bengkulu atas komitmen dan inisiatif dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Nota kesepahaman ini merupakan wujud nyata sinergi antara Badan Bank Tanah dan Pemerintah Kota Bengkulu untuk memastikan tanah sebagai modal dasar pembangunan dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran masyarakat,” kata Sekretaris Badan, Badan Bank Tanah Jarot Wahyu Wibowo di Balai Merah Putih, Bengkulu, Rabu (1/4/2026).
Ia menegaskan bahwa tanah memiliki peran strategis dalam pembangunan, sehingga tidak boleh ada tanah yang tidak produktif atau terlantar. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang matang dan kolaboratif dalam pemanfaatannya.
“Tanah merupakan aset penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Oleh karenanya, kita harus memastikan tidak ada tanah yang tidak memberikan manfaat. Melalui kerja sama ini, kita akan menyusun perencanaan pemanfaatan tanah secara terpadu dan berkelanjutan di Kota Bengkulu,” lanjutnya.
Sebagai lembaga yang diberikan mandat oleh pemerintah pusat, Badan Bank Tanah memiliki tanggung jawab dalam menjamin ketersediaan tanah untuk pembangunan melalui pengelolaan cadangan umum negara.
“Badan Bank Tanah hadir dengan tanggung jawab untuk melakukan pendayagunaan tanah sekaligus menjamin ketersediaannya bagi pembangunan. Namun, upaya ini tidak dapat dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi erat dengan Pemerintah Kota Bengkulu, Kantor Wilayah BPN Provinsi Bengkulu, Kantor Pertanahan Kota Bengkulu, serta masyarakat,” jelas Jarot.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kerja sama ini tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan, tetapi akan diakselerasi hingga tahap implementasi guna memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Ke depan, kerja sama ini harus melampaui tahap perencanaan dan masuk pada tahap implementasi yang terakselerasi, sehingga tujuan pemanfaatan tanah dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Melihat semangat dan komitmen Pemerintah Kota Bengkulu, Badan Bank Tanah optimistis bahwa kolaborasi ini akan memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung pembangunan daerah.
“Kami sangat mengapresiasi semangat Pemerintah Kota Bengkulu dalam mendorong pembangunan. Kolaborasi ini harus terus diperkuat melalui tim kerja yang solid agar pemanfaatan tanah dapat berjalan optimal, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Tentunya dengan koordinasi yang kuat dan baik dengan Kementerian ATR/BPN melalui Kantor Pertanahan dan Kanwil ATR/BPN,” ucap Jarot.
Sementara itu, Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi pada kesempatan yang sama menyampaikan, kehadiran Badan Bank Tanah menjadi berkah bagi pihaknya dan kota Bengkulu.
Ia menyampaikan, kehadiran Badan Bank Tanah dapat mendukung pembangunan di Kota Bengkulu serta memberikan kepastian kepada masyarakat melalui Reforma Agraria di atas HPL Badan Bank Tanah.
“Pemerintah mengembalikan tanah pemerintah yang terlantar, salah satunya eks HGB dari PT Hasfarm seluas 17 Hektare. Hari ini kita buat PKS untuk pemanfaatan eks HGB tadi. Ini jadi modal dasar kota Bengkulu,” ujarnya.
Dedy melanjutkan, pihaknya berencana untuk membangun fasilitas umum, sekolah hingga kawasan perkantoran di eks HGB tersebut.
“Karena disana dekat Pelabuhan dan sesuai peruntukan lainnya. Ada juga wacana ada investor untuk membangun sirkuit.
Ini belum final, yang jelas statusnya jelas dan masyarakat disana kita beri kepastian hukum. Mereka yang lama berdiam disana kita kelompokkan, kami juga nanti skemanya bangun rumahnya atau opsi lainnya dengan skema terbaik,” jelas Dedy.






