OMG! China Menghentikan 49 Penerbangan ke Jepang untuk Februari 2026

Visit Japan (dokumentasi/nuansabengkulu.com)

Otoritas penerbangan dan maskapai China dilaporkan menghentikan seluruh layanan penerbangan pada 49 rute utama yang menghubungkan daratan China dengan Jepang sepanjang Februari 2026.

Kebijakan tersebut terjadi menjelang libur Tahun Baru Imlek, periode yang selama ini dikenal sebagai salah satu puncak pergerakan penumpang internasional di kawasan Asia Timur.

Laporan media internasional Travel And Tour World menyebutkan, rute-rute yang terdampak mencakup penerbangan dari kota-kota besar China, seperti Beijing, Shanghai, Guangzhou, dan Shenzhen, menuju sejumlah bandara utama di Jepang, termasuk Tokyo, Osaka, dan Nagoya. Dalam jadwal penerbangan bulan Februari 2026, rute-rute tersebut tidak lagi tercantum.

Penghentian layanan ini melanjutkan tren pengurangan frekuensi penerbangan yang telah berlangsung sebelumnya.

Namun, untuk pertama kalinya, seluruh rute aktif antara China dan Jepang dilaporkan dihentikan secara menyeluruh selama satu bulan penuh.

Langkah tersebut dinilai berdampak signifikan terhadap konektivitas penerbangan regional serta rencana perjalanan wisata dan bisnis lintas negara.

Periode Februari biasanya menjadi masa sibuk bagi maskapai karena meningkatnya mobilitas masyarakat China saat perayaan Imlek. Dengan dihentikannya penerbangan, ribuan calon penumpang dilaporkan harus membatalkan atau menyesuaikan ulang jadwal perjalanan mereka.

Situasi geopolitik dan dinamika hubungan diplomatik antara Beijing dan Tokyo disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kebijakan ini. Ketegangan bilateral dinilai berimplikasi langsung pada operasional penerbangan internasional dan pengambilan keputusan oleh maskapai serta otoritas penerbangan.

Sejumlah maskapai besar China, termasuk Air China, China Eastern Airlines, dan China Southern Airlines, dikabarkan menawarkan pengembalian dana atau penjadwalan ulang bagi penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan.

Dari sisi pariwisata, penghentian 49 rute tersebut diperkirakan memberi tekanan tambahan bagi industri wisata Jepang. Wisatawan asal China selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar kunjungan mancanegara ke Jepang, terutama pada musim libur Tahun Baru Imlek.

Hingga saat ini, belum terdapat kejelasan mengenai kapan penerbangan langsung antara China dan Jepang akan kembali beroperasi setelah Februari 2026.