PROFIL

Kabupaten Kaur adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Bengkulu dengan luas sebesar 2.369,05 km² atau 236.500 Ha. Secara Astronomis, Kabupaten Kaur terletak antara 103°4’8,76″ – 103°46’50,12″ Bujur Timur dan 4°15’8,21″ – 4°55’27,77″ Lintang Selatan. Kabupaten Kaur memiliki kekayaan budaya baik fisik maunpun non fisik yang berasal budaya asli daerah Kabupaten Kaur. Di Kabupaten Kaur terdapat 4 suku bangsa yaitu suku bangsa Kaur, suku bangsa Nasal, suku bangsa Besemah, dan suku bangsa Semende. Keempat suku bangsa ini berinteraksi dengan berbagai suku bangsa pendatang yang bermukim di Kabupaten Kaur. Demikian juga suku bangsa lainnya yang berada di perbatasan Kabupaten Kaur seperti dengan Propinsi Lampung. Interaksi antar suku bangsa ini semakin memperkaya corak budaya yang terlihat dalam berbagai wujud budaya seperti Tari, Upacara Adat, Kesenian, dan Bahasa.

CORAK BUDAYA

Penduduk Kabupaten Kaur berasal dari bermacam-macam suku asli yaitu suku Besemah, Semende, Nasal dan Kaur. Selain itu terdapat suku pendatang yang juga tinggal dan menetap di Kabupaten Kaur seperti Minangkabau, Palembang, Jawa, Madura, Aceh, Bugis, Batak, Bali. Beberapa kebudayaan Kabupaten Kaur, mulai dari jenis makanan tradisional, tarian tradisional, seni tutur, seni pencak dan diyakini oleh masyarakat Kaur yang melekat pada setiap produk budaya material maupun inmaterial dikalangan masyarakat. Sehingga generasi muda dapat mewarisi jati diri suku bangsanya.

Ciri khas budaya Kaur salah satunya adalah Tari Kuntau, Kuntau seni beladiri murni melainkan diadopsi menjadi sebuah tarian kesenian yang menjunjung tinggi aspek artistiknya. Selain itu ada tarian Dewa Sembilan dan tari Dundang hal ini menjadikan salah satu karya kebudayaan masyarakat Kaur, yang kesemua tarian ini sering di tampilkan pada saat acara adat, menyambut tamu (raja) dan hiburan.

OBJEK PEMAJUAN KEBUDAYAAN

  • TRADISI LISAN

Di Kabupaten Kaur terdapat dua tradisi lisan yakni Sangharok dan Agassi

  • ADAT ISTIADAT

Di Kabupaten Kaur terdapat 28 adat istiadat yang berbeda, diantaranya adalah Basuh Dusun, Cenculung, Manjau Lambaian, Belarak/berarak, Beghusik, Adat Tepung Maye, Ngubuk, Ngunjung, Ngusul Rasan, Becampur, Pembacaan Jambar Uang, Pembagian Jambar Uang, Angkan-angkanan, Pertemuan Bujang Gadis (Begadis), Syukuran Cuci Darah, Te’iak, Tibean/Setulungan, dan lain sebagainya

  • RITUS

Ritus yang terdapat di Kabupaten Kaur diantaranya adalah Ritual Menyabut Padi, Belimau, Sembilan Bulan, Tujuh Bulan, Tegak Bumbungan/Setulungan, Menentukan Hari Menanam, Kebuyu/Cukur Kampuk, Ritual Menurunkan Sampan, Ritual Paska Panen.

  • PENGETAHUAN TRADISIONAL

Pengetahuan tradisional yang terdapat di Kabupaten Kaur diantaranya adalah Gulai Ikan Me’ale, Juadah Keas, Kelicuk, Lemang, Pendap, Sambal Gurita, Se’awe/Buak, dan lain sebagainya.

  • TEKNOLOGI TRADISIONAL

Teknologi tradisional yang terdapat di Kabupaten Kaur diantaranya adalah Nighu/Ni’u, Kinjae, Antan, Bake, Belange/periuk, Bubu, Cupak/ca’uk, Inggangan/Jaik, Kukuran, Lesung, Musal, Pehiliman/Lengguai, Pelangkin, Senduk Sayak/Sidu Sayak, Teleguk/Sambang, Tikar Pandan, Tudung/Serindak dan U’ak/Urak.

  • SENI

Kesenian dari Kabupaten Kaur diantaranya adalah Andai-andai Guritan, Beringit/Berejung, Elang Menari, Mainangan, tari Dundang, tari Andun, Tari Dewa Sembilan, Tari Hadrah, Tari Kuntau dan Tari NIgal.

  • BAHASA

Bahasa daerah yang teridentifikasi di Kabupaten Kaur ada dua, yaitu Bahasa Melayu Tengah yang terdiri dari Dialek Semende, Besemah, Kaur, dan Bahasa Nasal yang terdiri dari Dialek Nasal.

  • PERMAINAN RAKYAT

Permainan rakyat yang terdapat di Kabupaten Kaur adalah Ciek Siti dan Sengkue.

  • OLAHRAGA TRADISONAL

Kabupaten Kaur memilki olahraga tradisional yakni Memanah, Jengki, Selacik, dan Sehadang.

  • CAGAR BUDAYA

Cagar Budaya yang terdapat di Kabupaten Kaur diantaranya adalah Rumah Akagani, Rumah Pangeran Cungkai, JILL, Benteng Harapan Linau dan Situs Batu Empat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here