SPMB 2026, SDN 46 Selupu Rejang Tawarkan Reward untuk 20 Pendaftar Awal

Kepala SDN 46 Selupu Rejang, Ira Mahmud, S.Pd (foto; joko/nuansabengkulu.com)

REJANG LEBONG – SD Negeri 46 Selupu Rejang menargetkan penerimaan peserta didik baru (SPMB) tahun 2026 sebanyak tiga rombongan belajar (rombel) dengan total maksimal 60 siswa.

Kepala SDN 46 Selupu Rejang, Ira Mahmud, S.Pd, mengatakan pihak sekolah telah menyiapkan daya tampung yang memadai untuk mendukung target tersebut. Bahkan, satu ruang tambahan sementara telah disiapkan guna menunjang kegiatan belajar mengajar.

“Untuk tahun ini kami mengajukan tiga rombel. Kami optimis daya tampung masih mencukupi. Bahkan ada satu lokal yang sementara kami siapkan, meski saat ini masih difungsikan sebagai gudang,” ujarnya, Rabu (08/04/2026) di ruangannya.

Ia menjelaskan, setiap rombel akan diisi maksimal 20 siswa. Dengan demikian, total siswa baru yang dapat diterima sebanyak 60 orang dan tidak bisa melebihi kuota tersebut.

“Kalau sudah 60 siswa, tidak bisa ditambah lagi. Kami tidak bisa memberikan bangku cadangan karena di sistem Kementerian nanti tidak akan tercatat. Kalau dipaksakan, siswa tidak akan masuk dalam aplikasi Dapodik dan berisiko tidak mendapatkan nomor ujian,” jelasnya.

Dalam proses SPMB, SDN 46 Selupu Rejang membuka beberapa jalur penerimaan, di antaranya jalur prestasi, afirmasi (termasuk perpindahan orang tua), serta jalur Program Indonesia Pintar (PIP).

“Kami membuka kesempatan bagi siswa berprestasi, kemudian jalur afirmasi bagi yang pindah domisili, serta jalur PIP. Siapa pun yang ingin bersekolah di sini kami terima sesuai ketentuan,” tambahnya.

Menariknya, pihak sekolah juga menyiapkan reward bagi pendaftar awal. Sebanyak 20 siswa pertama akan mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi, meski jenisnya masih dalam pembahasan.
“Bagi 20 pendaftar pertama akan kami berikan reward, bisa berupa baju olahraga atau lainnya,” ungkapnya.

Selain itu, Ira menegaskan bahwa SDN 46 Selupu Rejang mengedepankan kenyamanan dan keamanan lingkungan sekolah. Lokasi sekolah yang jauh dari jalan lintas dinilai lebih aman bagi siswa, serta komitmen kuat untuk mencegah tindakan perundungan (bullying).

“Kami pastikan lingkungan sekolah aman dan nyaman. Tidak ada lagi bullying, karena itu menjadi perhatian utama kami,” tegasnya.
Didukung tenaga pendidik yang berprestasi, termasuk guru yang pernah meraih juara tingkat nasional di bidang bahasa Inggris, Ira berharap SDN 46 Selupu Rejang dapat menjadi sekolah favorit, setidaknya di wilayah Kecamatan Selupu Rejang.

“Harapan kami sekolah ini bisa menjadi favorit. Tentu perlu dukungan dari masyarakat, pemerintah, dan rekan-rekan media agar dunia pendidikan di daerah ini semakin maju,” tutupnya. (Jk)