REJANG LEBONG – SDN 111 Dwi Tunggal Kabupaten Rejang Lebong menyatakan kesiapan penuh dalam menyambut Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026–2027, sesuai dengan kebijakan dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong.
Kepala SDN 111 Rejang Lebong, Khairul, S.Pd., M.Pd.Mat, mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah menerima arahan terkait kuota dan daya tampung siswa. Namun demikian, sekolah menghadapi tantangan tersendiri karena jumlah peserta didik saat ini masih di bawah rata-rata.
“Untuk tahun ajaran 2025–2026, jumlah siswa kelas 1 hanya 7 orang. Ini menjadi tantangan besar bagi kami untuk memenuhi ketentuan minimal 20 siswa dalam satu rombongan belajar,” ujarnya, Kamis (09/04/2026) di ruangannya.
Meski begitu, pihak sekolah tetap optimistis dapat mencapai target tersebut melalui berbagai langkah strategis. Salah satunya adalah dengan sistem “jemput bola” untuk menarik minat masyarakat agar menyekolahkan anaknya di SDN 111.
Khairul juga menyampaikan kabar baik terkait pembangunan infrastruktur di wilayah sekitar. Pemerintah pusat disebut akan membangun jembatan yang menghubungkan Kelurahan Dwi Tunggal dengan Desa Rimborecap.
“Dengan adanya akses jembatan ini, kami berharap dapat menjangkau lebih banyak calon siswa dari dua wilayah tersebut,” jelasnya.
Untuk tahun ajaran baru, SDN 111 tetap membuka satu rombongan belajar (rombel) kelas 1, mengingat keterbatasan daya tampung yang belum memungkinkan pembukaan kelas paralel.
Selain itu, sekolah juga tengah melakukan berbagai pembenahan guna meningkatkan daya tarik dan kualitas pendidikan. Salah satu langkah inovatif adalah rencana pendirian PAUD terpadu di lingkungan sekolah.
“Melalui dukungan pemerintah kelurahan, LPM, RT/RW, serta masyarakat, kami berinisiatif mendirikan PAUD satu atap. Ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi calon siswa ke jenjang SD,” tambahnya.
Tak hanya itu, SDN 111 juga menyiapkan sejumlah program unggulan, di antaranya:
Peningkatan mutu guru dan pelayanan pembelajaran di kelas
Penataan lingkungan dan sarana prasarana sekolah, Program pendampingan awal tahun ajaran berupa bimbingan belajar bagi siswa baru, Program pendampingan ini bertujuan membantu anak-anak dalam masa transisi dari PAUD atau TK ke jenjang sekolah dasar.
Di sisi lain, pihak sekolah juga berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah, khususnya dalam hal perbaikan sarana dan prasarana.
“Sudah hampir 15 tahun sekolah ini belum mendapatkan bantuan pembangunan. Kami berharap ke depan ada perhatian untuk peningkatan fasilitas,” ungkap Khairul. (Jk)






