Minim Publikasi, Safari Ramadan Bupati dan Wabup Rejang Lebong Luput dari Pantauan Media

(foto; dok)

REJANG LEBONG – Pelaksanaan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong tahun 2026 menuai sorotan. Pasalnya, banyak media yang mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan Safari Ramadan yang dipimpin langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong.

Seperti diketahui, Safari Ramadan tahun ini hanya dilaksanakan di 10 titik, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang digelar hampir sepanjang bulan suci Ramadan dengan jumlah kunjungan lebih banyak. Keterbatasan titik kegiatan ini disebut sebagai bagian dari penyesuaian efisiensi anggaran.

Namun demikian, minimnya informasi yang beredar membuat sejumlah insan pers tidak mendapatkan kabar terkait jadwal maupun lokasi kegiatan tersebut. Bahkan, tidak sedikit yang menyayangkan Safari Ramadan Bupati dan Wakil Bupati terkesan tidak tersosialisasi secara luas.

Kepala Bagian Kesejahteraan
Rakyat (Kabag Kesra) Kabupaten Rejang Lebong, Darmansyah, sebelumnya menyampaikan bahwa meskipun hanya digelar di 10 titik, Safari Ramadan tetap berjalan sesuai jadwal dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

“Alhamdulillah, walaupun hanya 10 titik, Safari Ramadan tetap kita laksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan. Tanggapan masyarakat, pengurus agama, perangkat desa dan kecamatan sangat luar biasa. Rata-rata ramai dan masyarakat sangat senang,” ujarnya, Selasa (03/03/2026)

Safari Ramadan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong sebagai bentuk silaturahmi pemerintah daerah dengan masyarakat di bulan suci Ramadan. Kegiatan diisi dengan buka puasa bersama, tausiyah, serta dialog dengan masyarakat setempat.

Meski pelaksanaan di lapangan berjalan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari warga, kurangnya publikasi dinilai menjadi catatan tersendiri. Sejumlah pihak berharap ke depan koordinasi dan penyampaian informasi kepada media dapat lebih maksimal agar kegiatan pemerintah daerah dapat diketahui secara luas oleh masyarakat.

Safari Ramadan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi langsung di lapangan, tetapi juga dapat tersampaikan secara terbuka melalui pemberitaan media sebagai bagian dari transparansi dan keterbukaan informasi publik. (Jk)